“Anda
pasti akan senang jika calon pasangan Anda disukai oleh orang tua. Bersyukurlah
dengan kondisi ini, namun jangan jadikan satu-satunya alasan menikah karena
ingin menyenangkan orang tua. Ingat! Yang menikah dan akan berumah tangga
adalah Anda, bukan orang tua. Ada bagusnya saran orang tua Anda dengarkan namun
jangan pertimbangkan pernikahan terburu-buru karena hal tersebut. Anda hidup di
jalan Anda sendiri, untuk urusan yang satu ini usahakan keputusan benar-benar
ada di tangan Anda”.
Disney, 4 Oktober 2011
Anda akan sering menjumpai tulisan di
atas. Tp tak bs di pungkiri, saya dari lubuk hati yg paling dalam akan
menjadikan alasan menikah adalah untuk menyenangkan orang tua. Meskipun saya
tahu bahwa yg akan menjalankan kehidupan nanti adalah saya. Saya sayang pada
mereka, dan tidak igin membuat mereka kecewa. Meskipun di hati saya sudah ada
nama seseorang, tapiiiiiiiiiii saya ragu akan dapat restu. Dia seorang ikhwah
yang begitu mempesona akhlaknya. Saya suka, meskipun klo melihat wajahnya tak
begitu tampan, tapi hati dan tutur katanya yg menyejukkan, itu yg membuat aku sudah
terpesona. Meskipun dia sudah sering bertanya “Kapan kita nikah?”, aku selalu
jawab “jika Berjodoh Allah pasti mudahkan”. Sampai sekarang belum ada jalannya.
Aku tidak pernah bilang suka padanya, dan dia pun tidak pernah bilang suka,
cinta bahkan sayang. Dia hanya memuji saya sebagai muslimah yg taat yg bisa
menjaga diri, dia mau menikahi saya. Sudah hampir 2 thn dia menunggu. Aku tidak
minta untuk ditunggu, ya meski berurai air mata, aku tak rela sebenarnya
melepas dia untuk orang lain, apakah setelah ku lepas yg ini aku akan dapat
ganti yg lebih baik????
Ya Allah, semuanya kuserahkan padaMu,
semoga dengan kesabaranku Engkau akan berikan yg lebih indah, karna ku yakin
Engkau punya rencana yg lebih indah dari yg ku bayangkan ^_^. Jika dia adalah
jodohku, aku akan terima dengan lapang dada semua kekurangannya, dan aku akan
berbahagia hidup dengannya atas kelebihannya. Seorang yg sholeh, dan ku yakin
akan sayang padaku dan orang tuaku. Amiin ya Robb.
Malam ini ku terima lagi pesan
darinya “ayok, kapan kita nikah? hehe”. Aku bilang “Sabar y bg, Allah punya
rencana yg lebih indah dry g kita bayangkan, siapa tau abg akan mendapat akhwat
yg lbh cantik dan sholehah dari uty. Abg seperti ali bin abi talib yg bs
mendapat wanita seperti Fatimah J”. Maka dengan senangnya
dia balas “Uty ajalah yg jadi fatimahnya, hehe”. Aku jawab lagi dengan hati yg
sudah terbang kian kemari ^_^ “hehe,hoho (gak tau mau jawab apa lagi”. Katanya
“nunggu apa lagi mau nikah uty jelek”. Klepel klepek auuuuuuuu, aduh,
gilaaaaaaaa, aku hanyut kedalam mimpi indah bersamanya, indahnya pernikahan ^_^
hahahah
Mmm, sudah larut malam, mari bobo’
^_^ bsk ta curhat lagi ya……………